Tampilkan postingan dengan label Telapak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telapak. Tampilkan semua postingan
0 com

Reportase, Kegiatan Kader Kehutanan Papua, 5 – 10 Oktober 2011

Kampung Asai, Distrik Windesi, Kabupaten Yapen – Papua
Kepulauan Yapen, Oktober 2011. Apa yang dibayangkan jika masyarakat adat di Kepulauan Yapen, mau belajar berhitung menggunakan rumus analisis vegetasi? Belajar penjumlah, pembagian dan perkalian layaknya seorang anak sekolah? Apapula reaksi mereka ketika mengetahui ada kesalahan kubikasi (1 M3) dalam penjualan kayu merbau? Belajar apa itu koperasi? Bagaimana cara membuat peta partisipatif? Dan apa rahasia dibalik suksesnya penyelenggaraan Kegiatan Kader Kehutanan di Kabupaten Kepulauan Yapen?

Selengkapnya ...
0 com

Support M Kossar 4 Cipeteuy One

Selengkapnya ...
1 com

Negara Demokrasi atau Negara Korporatokrasi

Kawan-kawan pen-Telapak,

Artikel ini memang menarik dan mampu menunjukkan bahwa sertifikasi “hijau” ini memang instrument pasar yang dibangun dari kecenderungan konsumen yang peduli issu lingkungan. Kalau sebelumnya proteksionisme dibangun atas dasar “kedaulatan Negara” maka proteksionisme sudah jauh berubah, karena dasarnya adalah aspirasi konsumen! Kepemimpinan Negara secara perlahan tapi pasti sudah “dikudeta” oleh kepemimpinan pasar global yang dipandu/diarahkan/dikendalikan oleh WTO dan ditopang oleh lembaga-lembaga kuangan internasional. Mereka inilah, diperkuat dengan LSM-LSM internasional (yang dapat uang dari para pelaku pasar global), yang terus menerus menangkap, menerjemahkan (menginterpresikan) dan menggaungkan aspirasi konsumen global.

Selengkapnya ...
4 com

Jangan jadi "bintang jatuh"

Onte maju ke atas panggung penganugerahan Liputan 6 SCTV Award tempo hari. Onte berhasil mendapat penghargaan ini berkat kerja kerasnya membangun hutan bersama masyarakat petani di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Ia diberi waktu untuk mengatakan sepatah-dua patah kata setelah menerima trophy. Onte lalu bercerita tentang percakapannya dengan seorang bapak petani saat ia pertama kali datang di Konawe Selatan. Sang petani mengatakan soal indahnya melihat bintang di sana. Bintang2 dapat dilihat dengan mudah di desa, bukan di kota. Karena desa lebih gelap (minim cahaya) dibandingkan kota. Sebuah logika biasa memang. Namun bagi Onte hal ini jadi luar biasa dalam maknanya. Karena bapak itu lalu mengatakan, “Kalau ingin jadi bintang, maka sekarang lah saat yang tepat. Ketika Indonesia masih gelap!”

Roman muka Onte tiba-tiba berubah. Ia mencoba meneruskan kata-katanya dengan ucapan terima kasih, termasuk pada para petani. Namun air mata terlihat memenuhi kelopak mata Onte. Kata2nya tersedak karena rasa haru yang dalam.

Selengkapnya ...
0 com

Kesepakatan Peduli Bumi di Cibodas


CIBODAS, KAOMPAS.com - Organisasi Pencinta Lingkungan Vanaprastha yang dipimpin mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Jumat (23/4/2010) di Cibodas, Jawa Barat, seusai menggelar diskusi bertajuk Kita Peduli Bumi, dengan pembicara antara lain Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Dewan Pertimbangan Presiden Meutia Hatta Swasono, berhasil menelurkan Kesepakatan Bersama. Kesepakatan Bersama yang ditandatangani Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Dewan Pertimbangan Presiden Meutia Hatta Swasono, dan puluhan organisasi pecinta lingkungan dari berbagai kota, seperti Wanadri, Vanaprastha, Mapala UI, dan termasuk wartawan peduli lingkungan, akan dikirimkan kepada seluruh negara yang punya perwakilan di Indonesia," kata Ketua Umum Vanaprastha, Adhyaksa Dault.

Selengkapnya ...
Logo Telapak