Tampilkan postingan dengan label Sidik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sidik. Tampilkan semua postingan
0 com

Bagaimana Telapak Mengerakan anggotanya

Ini sekelumit cerita dari sekian banyak cerita, dalam mengerakan anggota , kesiapan BT Lampung dan anggotanya, usaha Comlog yang dipecayakan oleh Agus T-98 dan Ade Ma’mum bersama calon kader untuk mengembangkan koperasi usaha perkayuaan mulai berjalan dan saat ini bekerja sama dengan 4 desa yang memiliki potensi kayu . yang ada di kecamatan pubian, kerja sama dengan PT ANDATU dibangun secara personal juga sudah tidak ada kendala (kesiapan barang dan tanggal pengiriman barang). Trimo, Sujari ,Jaka yang yang stey dipekandangan membangun sarana inprastruktur kampong , dalam waktu dekat radio Bimantara bisa mengirim berita secara Online dari kampong pekandangan . Ade mastur T-096 (Petugas Penyuluh Lapangan TNBBS) mempersiapan lokasi lokasi yang mungkin dikembangkan Telapak dalam Prog.comlog. dan untuk pertemuan bulanan BT selengarakan di pubian bersama calon kader.

Selengkapnya ...
2 com

Pendidikan Kader Telapak di Lampung


"Hidup laah Indonee ... sia Rayaaa ... 1 ... 2 ... 3." Tangan yang mulai kaku mengayunkan lagu berirama ketukan 4/4, saat memimpin lagu wajib ciptaan WR. Supratman. Memang sudah jarang lagu ini aku dengar, bahkan tak pernah lagi kunyanyikan. Meski terkesan kaku dan suara yang sedikit serak, 11 peserta kader Telapak terlihat begitu khusyu’ menyanyikannya.

Sikit berbeda dengan pertemuan kelompok atau kegiatan diskusi lainnya. Biasanya para peserta punya kebiasaaan yang hilir-mudik, meninggalkan ruangan dan tidak kembali lagi. Namun hal tersebut tidak terlihat pada acara pendidikan kader Telapak ... kecuali bila ijin buang air atau keluar saat break. Suara tegas dari Oom Khusnul diawali pembukaan mengkondisikan semua peserta untuk fokus dan dipastikan ikut terlibat hingga akhir acara. Di sela materi yang serius, sesekali masih terdengar canda-tawa peserta memecah keheningan dari setiap sessi materi yang diselingi dengan pertanyaan kritis dari perserta. “Peserta cukup dinamis!" kata Oom Khusnul dengan yakin.



Materi pelatihan menjadi makin menarik perhatian peserta ketika Presiden Telapak menyampaikan kata-kata perubahan, paradigma dan perilaku negara terhadap sumberdaya hutan dan kegiatan illegal logging. Apa saja upaya Telapak lewat kampanye-kampanye yang dilakukan. Peserta sedikit terperangah mendengar cerita itu, karena ada beberapa dari mereka yang pernah melakukan kegiatan pembalakan liar pada masa itu. Cerita menjadi semakin kuat dan menarik perhatian peserta, ketika dijelaskan soal sayap politik dan ekonomi serta budaya yang menjadi bagian agenda Telapak. “Hal ini jarang sekali dijumpai pada organisasi lain”, begitu pendapat beberapa peserta. Mereka cukup tertantang untuk ikut berjuang bersama Telapak.

Di ujung acara, Oom Dickson (Ketua BT Sumbangsel) menyampaikan surat perintah umum anggota. Ada tugas khusus bagi anggota Telapak dan ada referensi tentang bagaimana anggota Telapak bekerja. Kesebelas orang kader akhirnya mendapat penugasan sampai 5 bulan ke depan.

Dan ... lagi–lagi tangan kaku ini harus memimpin lagu Padamu Negri sebagai tanda ditutupnya acara pendidikan kaderisasi yang bertempat di Kampung Pekandangan, Lampung Tengah. Semoga para Kader Telapak dapat mengaktulaisasikan diri sesuai dengan tugas yang diberikan. Selamat bekerja. Semoga bertemu di Mubes Telapak tahun depan!

ditulis oleh M. Sidik
Lampung, 14-15 April 2009


Selengkapnya ...
0 com

Pekandangan menjawab tantangan Telapak


Lampung, 6 Januari 2009.

Derasnya air yang mengalir Way Seputih –Sekampung pada bulan Desember menggairahkan warga Pekandangan. Cahaya lampu dari kincir Pak Trimo bisa ternikmati pada malam hari, suara adzan, dan anak mengaji terdengar sampai jauh lewat pengeras suara. Alhamdulillah, kemarau telah berganti musim. Meski air melimpah ini (kadang) tak menguntungkan sebagian dari mereka yang ada di hilir.

Di penghujung tahun 2008 aku melewatkan waktu bersama mereka di Pekandangan. Mengkaji dalam-dalam apa yang telah dilakukan ... itung-itung merefleksikan diri di sepanjang tahun ini. Ternyata setidaknya, ada air bersih, meski baru 10 % dari jumlah warga Pekandangan yang bisa menikmatinya. Lembaga keuangan desa, sebagai embrio koperasi, juga telah ada. Telah ada 80 orang warga sebagai anggotanya dan tak lagi pinjam uang dengan tengkulak. Penghargaan tak ternilai "kalpataru" pun telah diraih, meski hanya tingkat kabupaten. Dan yang terpenting adalah keswadayaan, partisipasi dan kesadaran mereka yang tinggi. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan. "Sepuluh jari di depan dada" buat para sahabat yang telah membatu. "Terima kasih dan Selamat Tahun Baru 2009".




Awal tahun ini adalah lembaran baru. Jejak yang ditinggalkan di tahun lalu akan menjadi modal mereka untuk terus bangkit dari keterpurukan kemiskinan. Mandiri secara ekonomi, catatan yang kerap terlihat di tiap tulisan para penelapak di milis hayati, berharapan bisa tercapai di tahun ini. Semoga .... "Building Stone", mungkin belum terancang sempurna dan "Building Block" pun belum kuat untuk dipijak.

Dengan tekad yang kuat, semangat mereka kembali teruji, bekerja memungut tiap batang bibit sengon. Sekarang ada 4,000 bibit sengon yang telah tersemai secara swadaya. Ini menjadi agenda kampung tahun ini, atau Telapak menyebutnya sebagai "community logging". Potensi pohon sengon yang dimiliki tiap kebun warga akan menjadi incaran para pedagang kayu. Tercatat ada ratusan meter kubik sengon dan pulai keluar dari kampung ini pada tahun 2008. Batang sengon ukuran 30-50 cm dijual langsung ke pedagang kayu dengan harga 100 ribu/m3. Sedangkan harga pasar, informasinya bisa mencapai 800 ribu-1 juta /m3. Selisih harga lumayan besar. Pantas saja para agen kayu selalu tebang habis dengan sistem borong di tiap kebun pak tani.

Lewat Rapat Kordinasi Kerja Desa (Rakordes) bulan Desember kemaren, Kepala Kampung Pekandangan Pak Ahmin, mendukung rencana pengelolaan sengon yang ada di tanah hak/marga dengan aturan desa, dan mendeklarasikan pengelolaan kayu rakyat, untuk kemandirian dan kedaulatan mereka. Aku berfikir ini adalah jawaban dari tantangan Telapak. Untuk sebuah gerakan, ya ... sebuah GERAKAN!! Mudah-mudahan dengan kesungguhan mereka, bisa memperkuat ekonomi secara kolektif. Syukur bila ada warga yang bisa berangkat Haji, pada musim haji tahun depan. Haji adalah indikator yang konkrit dari mereka. Amiin ....

Salam,
M. Sidik Telapak - 005

Selengkapnya ...
0 com

Reward buat Pekandangan


Para pembaca yang budiman,

Sesuai dengan janji saya tempo hari, berikut saya tampilkan laporan lengkap dari kawan kita Sidik soal penghargaan pada Kampung Pekandangan. Berikut ceritanya ....

Selepas pembacaan pidato saat Upacara Kemerdekaan RI ke-63, Bupati Lampung Tengah mengumumkan Kampung Pekandangan sebagai Kampung Peduli terhadap Lingkungan dan berhak atas Anugerah Kalpataru tingkat Kabupaten, sebagai: "PENYELAMAT LINGKUNGAN". Ini adalah wujud dari komitmen dan usaha dari kelompok tani dan kelompok sadar lingkungan dalam melakukan penanaman pohon bambu, aren, dan buah-buahan di sekitar bantaran Sungai Way Seputih. Inilah yang menjadikan Kampung Pekandangan layak mendapat penghargaan atau "reward".



Usaha masyarakat Kampung Pekandangan tampaknya tak sia-sia. Kegiatan konservasi yang dilakukan selama ini, menjaga dan menanam, di sekitar bantaran Sungai Seputih seperti bambu dan jenis pohon multiguna (MPTS) untuk menghindari pengikisan tanah. Kegiatan ini adalah pekerjaan sambil lalu yang dilakukan dalam satu tahun belakangan, dan telah terbukti baik hasilnya. Rimbunnya batang bambu di sepanjang Sungai Seputih di kampung ini, adalah usaha dari kelompok untuk bersama-sama menjaga dan merawat potensi komoditi yang mereka miliki. Kampung Pekandangan yang jarang dilirik sebelumnya oleh instansi Pemerintah, kini menjadi sedikit populer. Bahkan, beberapa pejabat daerah sempat bertanya, "Di mana letak Kampung Pekandangan?". Mungkin, jika beberapa tahun lagi ada pertanyaan yang sama, maka akan kita jawab, "Pekandangan ada di mana-mana!", karena replika kesuksesan dari masyarakatnya akan menular hingga ke hilir Way Seputih).

Semangat dan kemauan yang cukup kuat tercermin di wajah Pak Adek Ma’mun, mantan Kepala Kampung Pekandangan, untuk mempertahankan gelar anugerah, sebagai Penyelamat Lingkungan. "Ini adalah sebuah tamparan untuk memotivasi kita sehingga lebih banyak berbuat menyelamatkan hutan dan Way Seputih dari kekeringan", ucapnya.

Pada kesempatan berbeda, Pak Trimo sebagai Ketua Lembaga Keuangan Mikro Wahana R 39, akan mengalokasikan dana LKM 250 hingga 500 ribu per tahun sebagai dukungan untuk penguatan kelompok di Kampung Pekandangan. Inilah komitmen mereka yang terucap, saat aku menfasilitasi beberapa berapa kali pertemuan dalam minggu ini.

Photobucket Photobucket


Selamat menunaikan ibadah puasa, maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan ... Pekandangan, 28/08/2008

Selengkapnya ...
0 com

Kabar gembira dari Pekandangan

Baru saja kami mendapat kabar gembira dari seorang kawan yang sedang berbakti di kampung sana.  Berbakti di sebuah kampung kecil yang bernama Pekandangan.  Pesannya cukup singkat dengan judul "reward buat pekandangan".  Begini isi pesannya:

"Pak oiek, Kabar gembira dari Pekandangan, atas usahanya masyarakat mampu menunjukan prestasi dengan sebuah Anugerah Kalpataru dari Bupati Lampung Tengah"


Tentunya ini bukan pesan main2 dari kawan itu.  Jika para pembaca masih ingat, kawan itu bernama Sidik.  Dan ini adalah pesan yang punya banyak makna.  Sebuah kampung kecil di Lampung Tengah sana, di hulu Way Seputih sana, tempat Sidik berkotor2 dengan tanah pertanian dan duduk berdiskusi dengan orang kampung telah mendapatkan penghargaan lingkungan.  

Memang ini (mungkin) bukanlah penghargaan yang maha dahsyat dalam skala internasional, namun setidaknya hal ini membuktikan bahwa orang2 kampung pun mampu menunjukkan kualitas mereka dalam memelihara lingkungan.  Lihat saja, kampung ini pernah dikabarkan sebagai kampung konservasi oleh sebuah asosiasi air minum dan pengelolaan lingkungan (AMPL).

Sebuah kualitas yang belum tentu mampu diraih oleh kita semua.  Selamat buat Pak Sidik dan teman2nya warga Kampung Pekandangan.

Ketika postingan ini dibuat, beliau masih mengumpulkan beberapa catatan dan gambar terbaru mengenai penghargaan tersebut.  Mudah2an dalam posting selanjutnya kabar gembira ini bisa disampaikan secara lebih lengkap ...

gambar diambil dan diolah dari laman aslinya di sini.

"Berdaulat secara Politik, Mandiri secara Ekonomi, dan Bermartabat secara Budaya"

Selengkapnya ...
Logo Telapak